Menurut ibnu munzir, ayat ini turun sebagai jawaban dari pernyataan kaum muslimin ,”bagaimana kalau kami memberi dan menerima harta warisan dari saudara kami yang musyrik?”. Ayat ini diturunkan sebagai penjelasan bahwa antara kaum mukmin dan kafir tidak saling mewarisi harta .
Riwayat lain yang disampaikan oleh ibnu sa’ad , menyebutkan bahwa rasullulah saw . telah mempersaudarakan zubair bin awam dengan ka’ab bin malik.
Zubair berkata, “saat perang uhud, aku melihat ka’ab terluka parah, kemudian aku berkata ‘jika dia meninggal , dia terputus hubungan keluarganya dan aku yang menjadi pewarisnya”, lalu ayat ini turun dan menjadi dasar dalil bahwa warisan itu, diberikan bagi orang yang memiliki hubungan kerabat,pernikahan,dan satu agama.
ISI DAN KANDUNGAN AYAT
a) pada ayat-ayat sebelumnya , allah swt. Menjelaskan kepada kaum muslimin tentang sikap yang harus dilakukan pada saat berhadapan dengan orang kafir , sementara ayat-ayat ini (khususnya Q.S. Al-Anfal/8: 72-75) menjelaskan hubungan yang harus dijalin antar sesama
umat islam dalam membentuk tatanan umat yang kuat dan kokoh.
b) Jalinan kasih sayang , senantiasa saling melindungi harus selalu dibina antar kaum muslim. Bahkan hanya sekedar mengorbankan harta , namun harus juga melalui jiwa dan raga seperti yang telah diperankan oleh kaum muhajirin dan anshar , mereka saling mengorbankan apa saja yang dipunya dalam menegakan kehormatan dan martabat agama.
c) Sesama orang beriman harus saling membantu , menolong , dan memperkuat , terutama saat-saat menghadapi musibah atau kesulitan. Sebaliknya, mukmin harus melakukan control diri untuk tidak saling berdebat , berselisih paham , apalagi betengkar yang pada akhirnya hanya menimbulkan kekacauan dan kerusakan yang lebih besar (Q.S. Al-Anfal/8:73) karena akibat selanjutnya kekuatan umat akan semakin menurun dan lemah di hadapan musuh-musuhnya.
d) Perlu kesungguhan bagi setiap muslim untuk bersama-sama memikul beban berat perjuangan , saling menolong dan melindungi, baik melalui harta maupun jiwa, dalam mengemban risalah illahi yang kini tantanganya kini lebih semakin berat dan kompleks.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar